Alunan I’tiraf Di Pagi Ini

Ilahi lastu lilfirdausi ahlan, walaa aqwa ‘ala naaril jahiimi
Fahabli taubatan waghfir dzunubi, fainnaka ghafirudz- dzanbil ‘adzimi….

Ya Allah… tidak layak aku masuk ke dalam surga-Mu
tetapi hamba tiada kuat menerima siksa neraka-Mu
Maka terimalah taubatku dan ampuni dosaku
sesungguhnya Engkau Maha Pengampun dosa ….

Sejenak mendengar alunan lagu i’tiraf pekerjaan yang saya kerjakan terhenti, I’tiraf mungkin semua sudah sering mendengar lagu tersebut yang di populerkan oleh Raihan atau Haddad Alwi. itu bukan sekedar lagu,tanpa menelaah makna yang lebih dalam dari lagu tersebut cukup dengan mendengar bait lagu tersebut sebenarnya kita sudah bisa berpikir tentang kehidupan yang sudah kita jalani

sederhana tapi begitu penuh arti bagi kita untuk memikirkan dan mengkaji ulang apa yang telah kita lakukan selama ini tidak layak. aku masuk ke dalam surga-Mu tetapi hamba tiada kuat menerima siksa neraka-Mu cukup maknai jika tidak layak masuk ke surga karena ibadah yang tidak sempurna dan dosa yang dilakukan namun untuk menerima hukuman atas dosa yang dilakukan dineraka kita tidak mampu sedangkan itu semua akan kita lalui sebab kematian atau ajal adalah hal yang pasti. kita terlalu banyak dibebani oleh urusan dunia padahal ada kehidupan lain yang menanti, ada pertanggung jawaban atas semua yang telah kita perbuat
saya dan saya yakin kita semua didalam hati kecil ingin menjadi seperti yang diamanahkan berdasarkan ajaran Islam

ini untuk koreksi buat diri pribadi dan semua untuk memikirkan ulang apa yang sudah kita perbuat, apa yang sudah kita lakukan siap atau tidak kita akan menerima segala ganjaran atas perbuatan yang pernah kita lakukan.

berharap ada hidayah dari sang pencipta untuk membukakan jalan memberikan rahmat dan keselamatan di dunia dan akhirat

menipu Tuhan

terkesima dan tersenyum itu kesan setelah saya membaca sebuah cerita yang sangat menarik yaitu tentang Abu Nawas. Menipu Tuhan itu salah satu cerita yang sangat menarik, membuat tersenyum dan memiliki makna yang sangat dalam. Yang membuat sangat menarik dari cerita tentang menipu tuhan adalah pembagian manusia berdasarkan pendapat Abu Nawas yaitu Tingkatan mata, tingkatan otak dan tingkatan hati

Untuk manusia tingkatan mata adalah Anak kecil yang melihat bintang di langit. la mengatakan bintang itu kecil karena ia hanya menggunakan mata, lalu untuk tingkatan otak adalah Orang pandai yang melihat bintang di langit. la mengatakan bintang itu besar karena ia berpengetahuan dan untuk tingkatan hati adalah Orang pandai dan mengerti yang melihat bintang di langit. la tetap mengatakan bintang itu kecil walaupun ia tahu bintang itu besar. Karena bagi orang yang me­ngerti tidak ada sesuatu apapun yang besar jika dibandingkan dengan KeMaha-Besaran Allah

lalu ada apa dengan menipu Tuhan, baiknya untuk itu saya kutipkan cerita lengkapnya
Baca lebih lanjut

Islamnya Napoleon Bonaparte

Siapa yang tidak mengenal Napoleon Bonaparte, seorang Jendral dan Kaisar Prancis yang tenar kelahiran Ajaccio, Corsica 1769. Namanya terdapat dalam urutan ke-34 dari Seratus Tokoh yang paling berpengaruh dalam sejarah yang ditulis oleh Michael H. Hart.

Sebagai seorang yang berkuasa dan berdaulat penuh terhadap negara Prancis sejak Agustus 1793, seharusnya ia merasa puas dengan segala apa yang telah diperolehnya itu.

Tapi rupanya kemegahan dunia belum bisa memuaskan batinnya, agama yang dianutnya waktu itu ternyata tidak bisa membuat Napoleon Bonaparte merasa tenang dan damai.

Akhirnya pada tanggal 02 Juli 1798, 23 tahun sebelum kematiannya ditahun 1821, Napoleon Bonaparte menyatakan ke-Islamannya dihadapan dunia Internasional.

Apa yang membuat Napoleon ini lebih memilih Islam daripada agama lamanya, Kristen ? Baca lebih lanjut

hanya sebuah renungan

kita dapat menghafalkan sebuah lagu dengan mudah, tetapi kenapa satu ayat Al-Qur’an sangatlah berat untuk dihafalkan bahkan tidak pernah diperdengarkan. pulsa dengan mudahnya kita beli, kenapa sedekah itu terasa berat sekali. kekantor atau kesekolah bahkan untuk sebuah janjian sangatlah tepat waktu, tapi kenapa utuk solat saja itu susah sekali untuk tepat waktu. “hai..” itu sebuah sapaan yang sangat lazim, tapi jarang kita dengarkan sesama muslim untuk mengatakan salam jika bertemu

Islam. hampir sebagian bangsa ini beragama islam bahkan dengan bangganya dikatakan sebagai muslim terbesar didunia, tapi kenapa kebesaran itu tidak sejalan dengan isi masjid ketika solat.

istilah “islam KTP” itu sudah menjadi basa-basi dikehidupan, banyak orang islma yang tidak tau atau mengerti arti islam sebenarnya, benarkah kita semua beragama islam. coba tanyakan kepada remaja muslim kita tentang hari akhir pasti yang akan ditemui “aaghhh gak usah bahas itu…!!!”

apakah muslim hanya akan nampak disaat RAMADHAN, berkumpul bersama disaat Solat IDUL FITRI atau IDUL ADHA tapi kenapa masjid, musholah selalu kosong dihari-hari biasa

bersihkan diri, sucikan hati tidak ada jaminan sebentar atau besok bahkan 5 taun atau 10 tahun lagi kita hidup. Rasulullah yang telah dijamin untuk masuk surga dan segala dosa-dosanya diampuni, setiap saat masih saja memohon ampun kepada Allah SWT. tapi kenapa kita sebagai umatnya selalu lalai..!!!

tegaknya, bersihnya, sucinya agama kita ISLAM kitalah yang menjaga