Dan Kitapun sama

sering kali, kita meremehkan mereka yang kurang mampu ataupun kurang beruntung dibandingkan dari pada kita. mereka yang jadi pengemis, mereka yang memiliki kekurangan dalam tubuhnya bahkan mereka yang mencari nafkah didalam rumah kita.

tapi sebenarnya apa sih yang membedakan kita dengan mereka hingga kita menggangap semuanya lebih rendah dari kita, apa karena kekayaan, kecantikan, kepintaran atau sesuatu yang tidak dimiliki mereka

Hadis riwayat Abu Hurairah ra.:
Dari Nabi saw. bahwa beliau bersabda: “Janganlah sekali-kali salah seorang di antara kalian mengatakan: Budak lelakiku (abdi), budak perempuanku! Karena setiap lelaki kamu adalah hamba Allah dan setiap perempuanmu adalah hamba Allah. Tetapi hendaklah ia mengatakan: Hai gulami (anak lelaki kecil), hai jariati (anak perempuan kecil), hai pemuda dan pemudiku”

dari hadist diatas semuanya jelas entah lelaki atau perempuan adalah hamba Allah. dan hadist diatas jangan dipandang hanya konteks “budak”nya saja tapi itu berlaku “general” untuk semuanya, untuk mereka yang sering anggap rendah bahwa tinggi rendahnya manusia hanya Allah yang tahu sebab Dia yang maha tau

selama ini kita terlalu terpaku dengan kata proses dalam hidup ini hingga kita tidak memikirkan akhirnya, kitapun sering memikirkan akhir dari sebuah kecantikan,akhir dari sebuah kekayaan, akhir dari sebuah kepintaran atau akhir dari sesuatu yang kita miliki namun pemikiran tersebut hanya sampai di hidup ini saja dikehidupan yang sedang kita jalani. padalah ada sebuah kehidupan yang menanti kita

menumpuk kekayaan, mempercantik diri, membanggakan diri semuanya banyak kita temui didunia ini dan kadang kala dengan jelas kita mendegar atau melihat ataupun kita melakukan dengan sendiri semua dilakukan bukan dengan cara yang halal, dan semua terjadi karena kita lebih memikirkan saat ini saja adakala berlaku hukum “urusan haramnya belakangan dipikirkan” dan jika sudah keterusan melakukannya dan keterusan hukum tersebut berlaku didalam hidup ini. namun, toh “ending” dari kesemuanya di “kain berwarna putih” juga kain yang sama yang akan dikenakan jika manusia pergi dari dunia ini menutup mata selamanya.

akhirnya ada sebuah pertanyaan yang hanya diri kita yang bisa mengetahui jawabannya “Apa yang kita cari didunia ini..?” kekayaan ataukan kecantikan, atau sesuatu yang begitu kita idamkan hanya kita sendiri yang tau, namun sekali lagi “ending” dari tingkah laku kita didunia ini akan ada sebuah pertanggung jawaban.

2 responses to “Dan Kitapun sama

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s