IPDN atau penjara

maaf klo titlenya rada ekstrim but saya pikir HAM masih dihargai ketika seseorang masuk penjara dengan status napi dari pada yang ada di IPDN dengan status praja, sebenarnya opini ini muncul ketika melihat apa yang terjadi di media. sebenarnya tujuan berdirinya IPDN yang dulu bernama STPDN itu bagus malah meman bangsa ini membutuhkan semua keluaran IPDN tersebut tetapi, melihat apa yang terjadi saya langsung berpikir… kok kampus ini seperti ini tragis..!!!

mesti gak ada kontak fisik yang berlebihan diluar jam kuliah.. kok gaya militeristik yang terjadi dikampus itu melebihi gaya militer yang ada… contohnya kopassus yang notabenenya pasukan elit angkatan darat gak ada penyiksaan ata kontak fisik yang berlebihan mereka komitment dengan aturan yang ada gak seperti di IPDN. mesti gak semua dapat jatah pukulan telak di dada yang berlebihan, terus efek yang ditimbulkan apa…??? rasa hormat dengan senior saya pikir tidak…!! lalu efek yang ada setelah mereka keluar dari IPDN mengabdi kemasyarakat..??? apa yang ada..?? nyaris gak ada. gak ada sama sekali.

pemerintah harus real melihat hal ini… dan ini musti dihentikan tindakan kekerasa yang over tanpa belas kasihan… sebenarnya say tidak habis pikir tujuan sebenarnya apa sihhh..??? soalnya apa yang terjadi melebihi batas, menurut saya..???

dan sebuah pertanyaan apa musti dengan “mayat” semua kekerasan yang terjadi di kampus tersebut bau bisa berhenti. dan positif thinking saja kampus itu mencetak orang-orang sipil yang piawai jadi gaya militer dan gaya kekerasan harus dihilangkan. untuk apa diadakan hal-hal tersebut.

sekarang efek semua itu, korps IPDN sendiri pasti mendapatkan nilai yang minus, kampus yang seharusnya menghasilkan tenaga-tenaga yang terampil di bidang pemerintahan menjadi kampus yang penuh dengan kekerasan… negara kita sedang giat-giatnya menghargai dan menegakkan HAM jadi klo internal IPDN sendiri HAM itu masih diabaikan gimana mau sosialisasi dengan masyarakat tentang HAM sedangkan mereka ujung tombak pemerintah untuk berinteraksi dengan masyarakat.

jadi bersyukurlah mereka yang masuk penjara dengan status napi.. HAM mereka masih dihargai dengan tanpa kekerasan yang berlebihan dan tentunya. dan saya menyampaikan permohonan maaf kepada korps IPDN bukan maksud menyamakan penjara dengan IPDN tetapi saya membandingkan penghargaan terhadap HAM antara penjara dengan IPDN

Pos ini dipublikasikan di Tak Berkategori dan tag . Tandai permalink.

9 responses to “IPDN atau penjara

  1. Tragis memang dgn kejadian2 yg mgkin memang itu sesuatu kriminal. Saya sangat sepakat dgn artikel yg d atas. Pemerintah mestinya malu dan harus memperbaiki segala kesalahan yg telah diperbuat.mungkin tradisi ‘militer’ di kampus IPDN sudah menjadi adat dan simbol yg sulit di hilangkan. Ttapi apakah ini yg dinamakan sekolah pemimpin?model-model inikah yg akan jd pemimpin-pemimpin kami kelak???

  2. Apakah ini menjadi suatu peringatan dan ancaman buat Negara kita khususnya pemerintah?????ini merupakan kejadian yang semestinya tidak harus terjadi untuk yang ke berapa kalinya. Apa yang sebenarnya terjadi di IPDN????saya ga abis pikir dengan semua ini IPDN yang seharusnya melahirkan pelayan masyarakay yang berbudi luhur kenapa menjadi sebuah tempat ancaman bagi prang di dalamnya khususnya praja2 baru di sana. Pemerintah seharus lebih cepat dan tanggap menaggulangin masalah ini supaya tidak ada kejadian seperti ini lagi. tetapi apabila pemerintah tidak sanggup untuk menanganinya lebih baik bubarkan saja IPDN sebelum adanya korban baru laga di sana. saya sanga berterima kasih kepada bapak Inu Kencana dosen dari IPDN yang sudah berani mengambil langkah untuk mengungkapkan kepada masyarakat tentang apa yang sebenarnya terjadi di IPDN. TRIM’S

  3. sepertinya… kekerasan di IPDN nggak akan pernah berhenti walaupun di ganti terus nama nya… apa efek nya kalau cuma mengganti nama STPDN menjadi IPDN??? tetap nggak berubah kan kalau hanya mengganti nama sekolah… yang seharus nya di ganti itu mahasiswa nya… bukan nama sekolah nya…

    keluar nya mahasiswa dari IPDN pasti nggak ada yang sehat… pasti aja ada yang cacat… seperti itu kah orang pemerintah???

    kekerasan atara senior dan junior nggak akan pernah berhenti… karena mereka yang junior pasti mempunyai dendam saat dia dulu di siksa… pasti punya perasaan untuk membalas… saya yakin sekali…

    tolong buat pemerintah… jangan ganti lagi nama sekolah nya… tapi bubarkan aja itu IPDN… okeeee

  4. Tidak usah dibubarkan,
    ntar yang pingin jadi tukang pukul yang sangar dan kejam
    sekolahnya di mana?

    hati-hati kalau berkomentar,
    ntar kalau ketemu sama gerombolan IPDN
    bisa dibantai bahkan bisa dibunuh.

    wong bunuh temannya saja tega,
    apalagi orang lain.

    jadi waspadalah, waspadalah, waspadalah terhadap
    praja IPDN, bisa-bisa tinggal nama doang.

  5. ah gw sih sama sekali ngga takut sama anak2 IPDN atau STPDN atau apalah namanya, mereka kan beraninya kroyokan alias kalo ada temennya baru berani, coba kalo sendirian diluar kampus paling ngga jauh beda sama ayam sayur, kalo IPDN tidak menganut sistem asrama paling kalo seniornya keluar kampus bisa dibantai juga sama juniornya yang sakit hati sama sakit ulu hati, lah wong katanya kekerasan itu buat bikin supaya siswanya disiplin tetep aja namanya PNS datengnya pada siang. ops sorry kebablasan tentunya komen ini untuk PNS yang males, kalo yang rajin ta’ acungken jempol.
    pokoknya gw mendukung pembongkaran kebobrokan IPDN, korek terus boroknya jangan nusakambangan pindah ke jatinangor, lah di nusakambangan aja ngga gitu2 amat, jangan2 lulusan IPDN pada ngga berkwalitas lah wong tiap hari digebugin, kalo ngga bego ya o’on siswanya, pokoknya saran gw buat junior IPDN kalo dipukul ya pukul lagi jangan mau kalah, bales aja, kalo berani satu lawan satu itu baru namanya pejantan tangguh.

  6. lah road, gimane mo kasih komentar mo nulis apaan juga mereka bingung, orang kebanyakan dipukulin mo nulis ato mo ngetik tangan udah gemeteran, kasian, mending kalo ada forum resmi dan terbuka tentang masalah ipdn baru deh praja2 ipdn boleh kasih komen, tapi harus jujur yah ngga boleh bo’ong demi sekolah ato bo’ong demi ngebelain kakak kelas ato bahasa kerennya senior, basi..!!! udah kaga jaman, udah deh praja2 yang kira2 berkwalitas dan belum cacat mending pindah sekolah aja supaya masa depan lebih terjamin (sebelum cacat). pokoknya buat praja yang berkwalitas, pinter dan belum cacat gw dukung buat pindah sekolah dan gw doakan bisa meraih masa depan yang lebih baik, toh ipdn bukan satu2nya kampus negeri yang berkwalitas (katanya), masih banyak kampus negeri lain yang lebih baik dan lebih ber pri kemanusiaan dan tidak makan anggaran negara yang berlebihan, mark up tuh ipdn, sial….!!!@#$%^&*

  7. IPDN???kalo qt denger kata itu..terlinTAs dalam Pikiran qt
    KEKERASAN, g’ bangetkan seBuah SekolaH yang Di biaYain oleh PemErinTAh ngedidik siswa-siswinya kayak gini.

    seTw aq siswa-siswi yang bakal tamat Disana mereka bakaL kerja di kantor Pemda bukannya di Medan Perang!!

    tapi Napa Mereka dididik kayak Tentara Aja sh???Emg soraNg camat kerJanya baKalan geBUkin maSyarkat??nggak kan??

    Lebih baik IPDN di tu2p aja deuh…..,

  8. janganlah terlalu di hujat kasian dong mereka, utk masuk aja mereka sdh kasak-kusuk di pemda dan setor biaya yg sebenarnya mereka sendiri nggak mampu n akhirnya jual sapi ortu dgn harapan klu sdh jd pejabat bisa balik modal. bgt masuk pendidikan bukan mau mereka jg seperti itu tp klu dibanding dgn kawan-kawan mereka pd saat ikut integrasi taruna akabri ke daerah mereka cuma mencontoh apa yg terjadi disana (alias ngadopsi scr utuh tanpa tau trik yg benar spy tdk terungkap kasus pukul memukul) yah namanya juga jiwa muda spy terliat gagah n kuat, sekarang diindonesia ini kan sdh latah klu terlihat sperti pendidikan abri/tni pasti ditiru tanpa tau tujuan akhir yg akan di capai apa n doktrin sebenarnya apa jd asal jiplak, padahal klu kita liat skrg ini paradigma abri/ polisi sekalipun sdh mulai berubah kearah pendekatan kpd masy spy tdk sering benturan atau arogan thd masyarakat tapi ini yg jelas-jelas sdh sipil kok mau demiliterisasi………..kalau dilihat siapa yg salah menurut pendapat saya yach…………pasti pendirinya……….yang asli tentara jaman feodal. lebih baik ditutup ditutup n gabung saja dgn IIP…..

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s